Arsip:

SDG 12: Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab

Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. sebagai Guru Besar Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta, 6 Agustus 2024 – Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., Dosen Departemen Budidaya Pertanian, dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Bioteknologi Tanaman Hias di Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pada upacara pengukuhannya, Prof. Aziz menyampaikan pidato yang berjudul “Tanaman Hias: Fungsi dan Upaya Pemuliaan Menggunakan Bioteknologi”.

Dalam pidatonya, Prof. Aziz Purwantoro menyampaikan bahwa ia memilih tanaman hias sebagai jalur berkaryanya. Menurutnya, tanaman hias merupakan komoditas pertanian yang mempunyai nilai estetika tinggi dan dapat dinikmati keindahannya. Oleh karena itu, tanaman hias lebih berperan dalam pemenuhan kebutuhan jiwa manusia dalam kehidupan ini. “Sejalan dengan kemajuan teknologi, tanaman hias kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai elemen untuk mempercantik taman, kebun ataupun ruangan tetapi sekarang tanaman hias sudah berubah menjadi komoditas multi fungsi” tambahnya.  read more

Pengukuhan Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. sebagai Guru Besar Universitas Gadjah Mada: Pengembangan Pemuliaan Partisipatif dalam Mendukung Kemandirian Pangan Nasional

Yogyakarta, 16 Juli 2024 – Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., Dosen Departemen Budidaya Pertanian, dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Pemuliaan Tanaman Pangan di Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Dalam upacara pengukuhan, Prof. Taryono menyampaikan pidato yang berjudul “Pengembangan Pemuliaan Partisipatif dalam Mendukung Kemandirian Pangan Nasional”.

Dalam pidatonya, Prof. Taryono menyampaikan bahwa kegiatan pemuliaan tanaman merupakan sebuah gabungan antara seni, ilmu pengetahuan, bisnis, dan teknologi. Beliau menyoroti bahwa pengembangan inovasi teknologi perlu diarahkan agar kegiatan pemuliaan tanaman lebih efisien baik dari segi waktu maupun tenaga. Teknologi molekuler dan non molekuler merupakan sebuah inovasi yang dianggap dapat mempercepat dihasilkannya varietas unggul. “Salah satu teknologi molekuler yang dapat digunakan untuk mempercepat siklus pemuliaan adalah rapid generation advance yang merupakan kumpulan teknologi pemercepat penapisan,” tambahnya. read more

Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional melalui Implementasi Agronomi Cerdas Berbasis Kearifan Lokal Berkelas Global

Ketahanan pangan nasional merupakan isu seksi dalam beberapa tahun terakhir. Data pada tahun 2022 memberikan informasi bahwa situasi ketahanan pangan nasional kita tidak baik-baik saja, karena Indonesia berada di urutan ke 69 dari 113 negara dan di bawah rata-rata global sebesar 62,2. Rata-rata ketahanan pangan negara-negara Asia Pasifik-pun lebih tinggi dari rerata global yaitu 63,4, namun justru Indonesia berada di bawah rerata global. Diperlukan langkah agronomi yang strategis untuk memperbaiki situasi ini demi mewujudkan ketahanan pangan nasional. read more