Yogayakarta , 11 November 2024 – Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc., bersama Andrianto Ansari, Ph.D., dan Dr. rer. mat. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc., menjalin kolaborasi penelitian dengan tim peneliti dari AgneticBio Australia yang terdiri dari Dr. Lisa Anderson, Dr. Alex Soeriyadi, dan Dr. Angela Hertania Soeriyadi. Kerja sama ini dilakukan melalui skema International Joint Research Academy, dengan fokus pada pengembangan nitrification inhibitors dan biostimulan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengurangi ketergantungan pada pupuk nitrogen sintetis, meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen, menekan emisi gas rumah kaca (GRK), dan meningkatkan serapan nitrogen oleh tanaman. Dengan pendekatan ini, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Yogyakarta, 11 November 2024 – Program studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian mengadakan Focus Group Discussion sebagai salah satu rangkaian kegiatan PKKM 2024 dengan tema “Growing Future: Exploring Genome Editing in Plants”. Narasumber dalam acara ini adalah Prof. Kim Hyeran dari Kangwon National University, Korea Selatan. Acara ini diselenggarkan pada Senin, 11 November 2024 di Artotel Yogyakarta dan diperuntukkan bagi dosen yang mengajar Pemuliaan Tanaman.
Prof. Kim menjelaskan tentang teknologi CRISPR, yang pertama kali dikembangkan pada 2014 untuk mengedit DNA tanaman dengan sangat presisi. CRISPR digunakan untuk memotong dan mengubah bagian tertentu dari DNA, seperti yang dilakukan pada tanaman gandum agar lebih tahan terhadap penyakit. Teknologi ini juga terus berkembang, seperti base editing dan prime editing, yang bisa mengedit DNA tanpa merusak struktur ganda DNA.
Yogyakarta, 8 November 2024 – Program studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian mengadakan Focus Group Discussion sebagai salah satu rangkaian kegiatan PKKM 2024 dengan mengusung topik “Permasalahan dan Teknologi Penanganan Pascapanen Buah-buahan”. Narasumber dalam acara ini adalah Ir. Fauzan Khumaedi, Technical Advisor for Plantation and R&D dari PT. Great Giant Foods (GGF). Acara ini digelar pada Jumat, 8 November 2024 di The Manohara Hotel Yogyakarta dan diperuntukkan bagi dosen peminatan agronomi.
Yogyakarta, 6 November 2024 – Program Studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian UGM menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar sebagai bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2024. Acara yang berlangsung di Auditorium Magister Manajemen Agribisnis (MMA) ini menghadirkan Marno, S.P., seorang pemulia tanaman dari PT. Benih Citra Asia, sebagai narasumber.
Mengusung topik “Menggali Potensi Genetik: Teknik Pemuliaan untuk Komoditas Cucurbit”, Marno, S.P. berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis dalam dunia pemuliaan tanaman. Ia menekankan bahwa menjadi pemulia tanaman memerlukan pemahaman yang luas mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari morfologi bunga, germplasm, fisiologi tanaman, lahan, rancangan percobaan, uji adaptasi, bioteknologi, dan pemuliaan tanaman hingga informasi pasar.
“Pemuliaan tanaman adalah gabungan antara seni dan ilmu,” ungkap Marno. Ia menjelaskan bahwa proses pemuliaan tanaman harus memperhatikan kebutuhan semua pihak dalam rantai pasok, mulai dari petani, pedagang, hingga konsumen. Preferensi pasar yang beragam menjadi tantangan tersendiri. Sebagai contoh, masyarakat Sumatera cenderung menyukai semangka berbentuk lonjong, sedangkan masyarakat Jawa lebih menyukai semangka berbentuk bulat. Untuk tanaman mentimun, timun kecil yang cocok untuk lalapan lebih diminati di Jawa dibandingkan daerah lainnya.
Proses pemuliaan tanaman khususnya pada komoditas cucurbit meliputi koleksi plasma nutfah, seleksi, uji daya hasil, screening, penggaluran dan rekombinasi serta uji multilokasi. Koleksi plasma nutfah perlu dijaga sebagai sumber keragaman genetik serta untuk karakter target dari pemulia. Pemulia juga perlu memahami pola pewarisan sifat pada tanaman seperti sifat dari aksi gen seperti pengaruh aditif, dominan, over-dominan serta epistasis pada suatu sifat dari persilangan tanaman. Sifat yang dituju seperti karakter kualitatif atau kuantitatif perlu dipertimbangkan dalam suatu kegiatan pemuliaan tanaman.
Yogyakarta, 6 November 2024 – Program Studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian UGM, menyelenggarakan Praktisi Mengajar dengan tema “Produksi Benih Hortikultura”. Acara ini menghadirkan Britania Barawati, A.Md., seed laboratory assistant manager di PT. East West Seed Indonesia, sebagai narasumber. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 6 November 2024, di Auditorium Magister Manajemen Agribisnis (MMA), Fakultas Pertanian UGM.
Britania membuka sesi dengan kutipan inspiratif dari Simon Groot, pendiri East West Seed Group: “A good seed can change the lives of millions“. Dalam presentasinya, ia menekankan pentingnya aspek genetika, vigor, kondisi fisik, kelembaban, dan kesehatan benih untuk menghasilkan benih berkualitas.
Yogyakarta, 6 November 2024 – Program Studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian, mengadakan kegiatan Praktisi Mengajar sebagai bagian dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2024. Kegiatan ini menghadirkan Putu Puja Wartini, S.P., M.P., M.Sc., Pemulia Tanaman Muda di PT. Great Giant Foods (PT. GGF), sebagai narasumber. Dalam acara yang berlangsung di Ruang Venture, Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM, Putu membahas topik mengenai “Penerapan Seleksi Varietas Berbasis Morfologi dan Molekuler” yang diterapkan di PT. GGF.
Yogyakarta, 6 November 2024 – Program Studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian UGM, mengadakan kegiatan Praktisi Mengajar sebagai bagian dari PKKM 2024. Acara ini menghadirkan Rudy Hermanto, M.Sc., seorang breeder dari PT. BISI International Tbk, yang membahas topik “Metode Pemuliaan Tanaman sebagai Strategi dalam Peningkatan Hasil dan Kualitas Tanaman Tomat”. Acara berlangsung pada hari Selasa, 5 November 2024, di Ruang Venture, Gedung AGLC, Fakultas Pertanian UGM.
Rudy Hermanto membuka sesi dengan data menarik, yakni Indonesia menempati peringkat ke-21 sebagai produsen tomat dunia. Ia kemudian menjelaskan perbedaan antara tomat tipe terbatas (determinate) yang biasanya ditanam di dataran rendah hingga menengah dan tomat tipe tak terbatas (indeterminate) yang cocok di dataran tinggi.
Yogyakarta, 29 Oktober 2024 – Program Studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian UGM, kembali menggelar kegiatan Praktisi Mengajar sebagai bagian dari PKKM 2024. Kali ini, mengangkat tema “Inovasi dan Metode Pemuliaan Tanaman untuk Perbaikan Genetik Tanaman Kentang”, dengan narasumber Danang Widhiarso, M.Sc., seorang breeder dari PT. BISI International Tbk. Acara ini berlangsung di Ruang 12.1.5, Gedung Rachmiwaty, Fakultas Pertanian UGM.
Danang Widhiarso membuka pemaparannya dengan menggambarkan asal-usul tanaman kentang yang berasal dari pegunungan Andes di Amerika Selatan dan perjalanannya ke Indonesia. “Kentang adalah salah satu komoditas penting dunia, setelah jagung, gandum, dan padi,” ujarnya. Indonesia sendiri merupakan produsen kentang terbesar di Asia Tenggara, dengan beragam jenis warna dan bentuk kentang.
Yogyakarta, 23 Oktober 2024 – Program Studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian UGM mengadakan kegiatan Praktisi Mengajar dengan narasumber Dr. Sri Suhesti, Kepala Laboratorium Unit Pengelola Benih Unggul Pertanian di Pusat Standarisasi Instrumen Perkebunan. Acara ini membahas topik “Teknologi Perbenihan Komoditas Tebu” melalui metode konvensional dan kultur jaringan.
Dr. Sri Suhesti menjelaskan bahwa meskipun Indonesia pernah menjadi eksportir besar gula, ironisnya pada saat ini Indonesia justru menjadi importir gula besar karena rendahnya produksi tebu. Untuk meningkatkan produksi tebu, ada dua pendekatan: intensifikasi (seperti rawat ratoon) dan ekstensifikasi (menggunakan benih unggul bersertifikat). Benih tebu yang bersertifikat harus memenuhi prinsip “6 tepat”, yakni tepat varietas, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan harga.
Yogyakarta, 22 Oktober 2024 – Sebagai salah satu rangkaian PKKM 2024, program studi Agronomi, Departemen Budidaya Pertanian menyelenggarakan Praktisi Mengajar bersama Dr. Agung Wahyu Susilo, peneliti di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PUSLITKOKA), yang membahas topik “Pemuliaan Tanaman Kakao: Metode Seleksi, Uji Adaptasi, dan Produksi Benih”.
Dr. Agung memaparkan sejarah kakao di Indonesia yang diperkenalkan oleh Spanyol, menggantikan kopi yang terdampak penyakit karat daun. Seiring waktu, produksi kakao meningkat setelah penemuan bahan tanam unggul pada awal 1900-an. Namun, pengembangan kakao menghadapi tantangan seperti kesenjangan teknologi, serangan OPT, dan perbedaan harga kakao fermentasi dan non-fermentasi.