Klaten — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan bertajuk “Community Development Based on Applied Research and Community Empowerment with International Collaboration” di Kantor Kelurahan Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada 21 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Dasar, Skema Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional Tahun 2026 pada Skema EQUITY 2026. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UGM dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui introduksi teknologi budidaya padi yang lebih presisi, efisien, aplikatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Mahasiswa S1 Agronomi mengikuti kegiatan Smart Farming Agriculture yang dilaksanakan pada Senin–Sabtu, 6–11 April 2026 pukul 07.00–16.00 WIB di PT Great Giant Pineapple (GGP). Kegiatan ini diikuti oleh Bagus Candra Wicaksono, Kukuh Sugiharto, Lintang Saputra, Mardiyatul Fadila, Muhammad Filza Haryokusumo, dan Nia Audewi sebagai bagian dari pembelajaran lapangan terkait penerapan teknologi pertanian modern berbasis digital di industri pertanian.
Smart farming agriculture merupakan konsep pertanian cerdas yang menekankan sistem budidaya adaptif, solutif, efektif, efisien, selektif, kreatif, dan intensif melalui pemanfaatan teknologi modern. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempelajari berbagai teknologi pertanian cerdas yang telah diterapkan di PT Great Giant Pineapple untuk mendukung efisiensi produksi dan pengelolaan lahan secara presisi.
Mahasiswa magang di PT Benih Citra Asia, Salsabila Nafi’ah, melaksanakan kegiatan karakterisasi buah semangka tetraploid pada Rabu (1/4/2026) pukul 07.00–16.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan dalam bidang pemuliaan tanaman hortikultura, khususnya pada pengembangan semangka tanpa biji (seedless watermelon) yang saat ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak diminati konsumen.
Karakterisasi tanaman dilakukan dengan mengamati berbagai bagian tanaman semangka, meliputi kotiledon, batang, daun, bunga, buah, hingga biji. Pengamatan karakter umumnya didasarkan pada perbedaan morfologi seperti warna, ukuran, bentuk, serta diameter organ tanaman. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mempelajari secara langsung bagaimana identifikasi karakter tanaman dilakukan sebagai dasar dalam proses seleksi dan pengembangan varietas unggul.
Mahasiswa magang mengikuti kegiatan forcing tanaman nanas F0 klon GP3 yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 3–4 Maret 2026 pukul 21.30–04.00 WIB di PT Great Giant Pineapple (GGP). Kegiatan ini diikuti oleh Bagus Candra Wicaksono, Kukuh Sugiharto, Lintang Saputra, Mardiyatul Fadila, Muhammad Filza Haryokusumo, dan Nia Audewi sebagai bagian dari pembelajaran praktik budidaya tanaman nanas dalam skala industri.
Forcing merupakan kegiatan penyemprotan cairan perangsang pada tanaman nanas umur F0 atau sekitar 12–13 bulan setelah tanam (BST) untuk merangsang pembungaan tanaman secara seragam. Kegiatan ini umumnya dilakukan selama dua malam berturut-turut pada malam hingga dini hari ketika suhu berada pada kisaran 24°C. Pelaksanaan pada malam hari dilakukan karena tanaman nanas termasuk tanaman CAM (Crassulacean Acid Metabolism) yang memiliki respons fisiologis lebih baik pada kondisi tersebut sehingga tingkat keberhasilan forcing menjadi lebih tinggi.
Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan kegiatan Monitoring Progress Report Skripsi bagi mahasiswa Program Studi S1 Agronomi angkatan 2022 pada Senin, 4 Mei 2026, bertempat di Ruang 301 B Gedung A10 (Sosek), Fakultas Pertanian UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh 75 mahasiswa dari total 83 mahasiswa aktif angkatan 2022.
Kegiatan monitoring dipandu oleh Kaprodi S1 Agronomi, Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D., yang memberikan arahan terkait perkembangan studi dan tahapan penyelesaian skripsi mahasiswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai alur penyelesaian tugas akhir, mulai dari penyusunan proposal, pelaksanaan penelitian, penyusunan draft skripsi, hingga persiapan seminar hasil, ujian skripsi, yudisium, dan wisuda.
Mahasiswa MBKM Magang di PT Tunas Agro Persada melaksanakan kegiatan pengambilan data tanaman melon pada Jumat (6/3/2026) pukul 08.00 WIB sebagai bagian dari kegiatan pengamatan pertumbuhan tanaman pada fase vegetatif. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa magang di area budidaya melon greenhouse PT Tunas Agro Persada. Kegiatan pengambilan data dilakukan untuk mengetahui kondisi pertumbuhan tanaman melon selama fase vegetatif, yang merupakan tahap penting sebelum tanaman memasuki fase generatif dan pembentukan buah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap beberapa parameter pertumbuhan tanaman, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, serta diameter batang.
Mahasiswa MBKM Magang di PT Tunas Agro Persada melaksanakan kegiatan selfing tanaman jagung pada Jumat (6/3/2026) pukul 08.30 WIB sebagai bagian dari proses penggaluran dalam program pemuliaan tanaman. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa magang di area budidaya jagung PT Tunas Agro Persada.
Kegiatan selfing dilakukan dengan menyerbukkan bunga jantan dan bunga betina yang berasal dari tanaman yang sama untuk menghasilkan galur murni. Teknik ini menjadi salah satu tahapan penting dalam program pemuliaan tanaman jagung karena bertujuan memperoleh tanaman dengan sifat genetik yang lebih seragam dan stabil. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan proses penyerbukan secara manual dengan teknik yang terkontrol untuk menghindari kontaminasi serbuk sari dari tanaman lain. Proses tersebut dilakukan dengan teliti agar hasil persilangan tetap sesuai dengan tujuan penggaluran yang telah ditetapkan.
Mahasiswa Program MBKM Magang melaksanakan kegiatan Treatment Deboling pada lahan ex. Ganoderma di PT Mustika Sembuluh Estate 3, Wilmar International Plantation Central Kalimantan Project (CKP), pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 16.30 sebagai bagian dari pembelajaran lapangan terkait pengelolaan perkebunan kelapa sawit dan pengendalian penyakit tanaman secara berkelanjutan.
Kegiatan diikuti oleh Wahyu Oktavia Wuryanti bersama Agronomy Supervisor Zulpiter Tambun dan Field Officer Rhido Sofranto Saragih. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tahapan pembukaan lahan pada area terdampak Ganoderma sebagai upaya memutus rantai penyebaran penyakit sebelum proses replanting dilakukan.
Mahasiswa Program MBKM Magang mengikuti kegiatan persiapan re-introduksi tiga spesies Elaeidobius dari Afrika yang dilaksanakan di Departemen Ecological Management Unit Research & Development, Wilmar International Plantation PT Mustika Sembuluh, Central Kalimantan Project (CKP), pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 16.30 sebagai bagian dari pembelajaran lapangan mengenai pengelolaan polinator alami pada perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan diikuti oleh Wahyu Oktavia Wuryanti bersama Dicky Eka Setyawan selaku Assistant Pest & Disease Supervisor. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses rearing atau pengembangbiakan Elaeidobius kamerunicus sebagai langkah persiapan re-introduksi tiga spesies Elaeidobius asal Afrika untuk mendukung efektivitas penyerbukan tanaman kelapa sawit.
Mahasiswa magang mengikuti kegiatan Mass Tissue Culture (MTC) yang dilaksanakan pada Senin–Sabtu, 9–14 Maret 2026 pukul 07.00–16.00 WIB di Divisi Riset Plantation Group 3 PT Great Giant Pineapple (GGP). Kegiatan ini diikuti oleh Bagus Candra Wicaksono, Kukuh Sugiharto, Lintang Saputra, Mardiyatul Fadila, Muhammad Filza Haryokusumo, dan Nia Audewi sebagai bagian dari pembelajaran praktik di bidang bioteknologi dan perbanyakan tanaman secara modern.
Mass Tissue Culture merupakan salah satu teknik perbanyakan tanaman menggunakan media kultur berupa agar padat, semi padat, maupun cair dalam kondisi steril. Teknik ini digunakan tidak hanya untuk memperbanyak tanaman dalam jumlah besar, tetapi juga untuk menghasilkan varietas unggul yang memiliki karakter tertentu, seperti tahan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT), memiliki pertumbuhan seragam, dan produktivitas tinggi.