Tim Pengabdian Departemen Budidaya Pertanian UGM Kembangkan Inovasi Budidaya Vertikal Lahan Sempit di Yogyakarta

Sleman, 30 Juni 2026 –  Keterbatasan lahan pertanian perkotaan khususnya kebun dan pekarangan  menjadi tantangan melakukan inovasi budidaya pertanian. Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Inovasi Teknik Budidaya Tanaman secara Vertikal pada Lahan Sempit untuk Pengembangan Pertanian Perkotaan di Yogyakarta.  Kegiatan ini diselenggarakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri Kentungan, Jalan Kaliurang KM 7, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pelaksanaan ini melibatkan tim dosen Departemen Budidaya Pertanian, dosen purnatugas, tenaga kependidikan, mahasiswa S1, mahasiswa S2,  anggota kelompok wanita tani dan masyarakat setempat.

Tim dosen yang terlibat terdiri  Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D. (ketua),  Ir. Budiastuti Kurniasih, M.Sc., Ph.D., Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D., Dr. Elly Syafriani, S.P., Taufan Alam, S.P., M.Sc., Prof. Didik Indradewa, Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr. Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pengembangan Pertanian Perkotaan khususnya pekarangan perkotaan. 

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua KWT Dewi Sri Kentungan, Ibu Sulastyani, dilanjutkan Ketua Tim Pengabdian sebagai pengantar dan pemateri pertama. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyuluhan yang disampaikan oleh para dosen Departemen Budidaya Pertanian mengenai berbagai aspek budidaya tanaman sayuran di lahan sempit di perkotaan.

Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan tanaman sayuran bagi kesehatan dan lingkungan, penerapan sistem budidaya vertikal (vertikultur) melalui Garden Tower atau menara tanam, teknik budidaya tanaman secara berkelanjutan mulai dari perencanaan budidaya, pemilihan komoditas, penggunaan media tanam, pemilihan benih dan bibit unggul, pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan panen dan pascapanen. Selain itu, peserta juga memperoleh materi mengenai pengelolaan gulma serta strategi pemasaran hasil budidaya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan Garden Tower (menara tanam) menggunakan bibit sawi hijau, selada, bayam merah, dan bayam merah. Masyarakat  di KWT bersama tim sudah memulai persemaian benih sayuran untuk dipindah tanam di menara tanam pada lahan KWT.   Tim pengabdian juga membagikan bibit cabai dan terong termasuk sarana pertanian  media tanam, pupuk dan polibag  kepada peserta perwakilan 5 RW untuk dibudidayakan di pekarangan rumah masing-masing. Praktik ini diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan ruang terbatas yang produktif sekaligus mendukung penyediaan pangan rumah tangga.

Kegiatan pengabdian tidak berhenti pada tahap penyuluhan dan praktik. Tim pengabdian akan melaksanakan kegiatan monitoring secara berkala setiap bulan terhadap demplot Garden Tower maupun budidaya yang dilakukan di pekarangan rumah-rumah peserta. Pendampingan lanjutan ini bertujuan untuk memastikan teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan secara berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas lahan pekarangan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, Departemen Budidaya Pertanian UGM berharap inovasi budidaya tanaman secara vertikal (vertikultur) dapat menjadi salah satu solusi dalam mendukung pengembangan pertanian perkotaan yang produktif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen UGM dalam mengimplementasikan hasil pendidikan dan penelitian melalui pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat kota.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam membudidayakan tanaman pangan di lahan terbatas untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan ini juga mendukung SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan dan  SDG 15 Ekosistem Darat melalui penerapan inovasi pertanian perkotaan yang ramah lingkungan. Pentingnya mencapai SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan kegiatan ini  melaksanakan kolaborasi antara perguruan tinggi, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam penerapan inovasi budidaya tanaman yang berkelanjutan.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Siti Nurul Rofiqo Irwan, S.P., M.Agr., Ph.D.
Foto : Tim Pengabdian

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*