Rangkaian Pelatihan Budidaya Cabai Rawit Hemat Air dan Nutrisi dengan Sistem Irigasi Tetes bagi petani binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat memasuki hari kedua pada Rabu (5/8/2026). Setelah memperoleh berbagai materi mengenai teknologi budidaya pada hari pertama, peserta mengikuti kegiatan lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan budidaya tanaman secara langsung di tingkat petani.
Kegiatan dimulai dengan perjalanan dari Yogyakarta menuju lokasi kelompok tani di Bugel. Kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam pelatihan karena memberikan kesempatan kepada peserta untuk menghubungkan materi yang telah diperoleh di kelas dengan kondisi dan praktik budidaya di lapangan.
Selama kunjungan, peserta mengikuti diskusi dan peninjauan kebun secara langsung. Kegiatan dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi sehingga peserta dapat mengamati berbagai aspek pengelolaan tanaman sekaligus berdiskusi mengenai permasalahan yang dijumpai selama proses budidaya.
Diskusi lapangan juga menjadi ruang pertukaran pengalaman antara peserta dan praktisi mengenai berbagai faktor yang memengaruhi keberhasilan usaha tani, mulai dari pengelolaan tanaman, penggunaan air dan input produksi, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan berbagai kendala yang muncul di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai penerapan teknologi budidaya yang dapat disesuaikan dengan kondisi lahan dan lingkungan masing-masing.
Kunjungan lapangan melengkapi materi yang diperoleh peserta pada hari sebelumnya mengenai sistem irigasi tetes, tumpang sari, pengendalian hama terpadu, serta pendekatan budidaya yang ramah lingkungan. Dengan melihat penerapan budidaya secara langsung, peserta dapat mengevaluasi peluang adopsi maupun modifikasi teknologi yang sesuai untuk pengembangan usaha tani cabai rawit di daerah asal.
Melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan praktik lapangan, pelatihan diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani dalam mengambil keputusan budidaya berdasarkan kondisi tanaman dan lingkungan. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan untuk meningkatkan efisiensi produksi serta mendukung keberlanjutan usaha tani cabai rawit.
Kegiatan hari kedua ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengembangkan sistem produksi tanaman yang produktif dan berkelanjutan. Proses pembelajaran dan transfer pengetahuan kepada petani mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui pendidikan dan peningkatan kapasitas di bidang pertanian. Praktik penggunaan sumber daya dan input produksi secara lebih efisien juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, sementara interaksi dan pertukaran pengalaman antara perguruan tinggi dan kelompok tani turut mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian