Pelatihan Budidaya Cabai Rawit Hemat Air dan Nutrisi dengan Sistem Irigasi Tetes bagi Petani Binaan Bank Indonesia Kalimantan Barat Resmi Dimulai

Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Budidaya Cabai Rawit Hemat Air dan Nutrisi dengan Sistem Irigasi Tetes bagi petani binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat. Pelatihan berlangsung selama tiga hari pada 4–6 Agustus 2026 di Yogyakarta dengan rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi, simulasi, studi kasus, serta kunjungan lapangan.

Kegiatan hari pertama, Selasa (4/8/2026), diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh Dr. Elly Syafriani, S.P. serta sambutan dari Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc. Sebelum memasuki sesi pembelajaran, peserta mengikuti pre-test dan mengisi formulir data diri sebagai bagian dari evaluasi awal untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang akan diberikan selama pelatihan.

Sesi pertama menghadirkan narasumber Valentina Dwi Suci Handayani, S.P., M.Sc., Ph.D. yang menyampaikan materi mengenai Budidaya Cabai Rawit Hemat Air dan Nutrisi dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation). Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemanfaatan teknologi irigasi yang lebih efisien dalam menyediakan kebutuhan air dan nutrisi tanaman. Melalui sistem irigasi tetes, pemberian air dapat dilakukan secara lebih terukur dan diarahkan pada daerah perakaran tanaman sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien.

Pada sesi berikutnya, peserta memperoleh materi Budidaya Cabai Rawit Sistem Tumpang Sari yang disampaikan oleh Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P. Pembahasan diarahkan pada pengelolaan lahan melalui kombinasi beberapa jenis tanaman sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan sekaligus mendukung keberlanjutan sistem budidaya.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Dr. Tri Harjaka, S.P., M.P. mengenai Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Cabai Rawit. Peserta diperkenalkan pada prinsip pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu dengan mempertimbangkan kondisi agroekosistem dan penggunaan berbagai metode pengendalian secara tepat. Sementara itu, Dody Kastono, S.P., M.P. menyampaikan materi mengenai Budidaya Cabai Rawit Ramah Lingkungan dengan Bacillus spp. sebagai salah satu pendekatan biologis dalam mendukung kesehatan dan produktivitas tanaman.

Penyampaian materi pada hari pertama dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, simulasi, dan studi kasus sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang ditemui dalam kegiatan budidaya cabai rawit di lapangan. Interaksi antara peserta dan narasumber diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan tanaman yang produktif dengan tetap memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya dan kelestarian lingkungan.

Pelatihan hari pertama ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui peningkatan kapasitas petani dalam menerapkan sistem produksi tanaman yang produktif dan berkelanjutan. Penerapan irigasi tetes serta efisiensi penggunaan air turut mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya air secara efisien. Penerapan teknologi budidaya dan pengendalian tanaman yang ramah lingkungan juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui upaya pengelolaan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*