Tim Pengabdian Fakultas Pertanian Lakukan Sosialisasi dan Praktik Pembuatan Seed Coating-Fe dan Drum-Seeder untuk Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman Padi

Klaten — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan bertajuk “Community Development Based on Applied Research and Community Empowerment with International Collaboration” di Kantor Kelurahan Desa Sekaran, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada 21 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Dasar, Skema Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional Tahun 2026 pada Skema EQUITY 2026. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UGM dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui introduksi teknologi budidaya padi yang lebih presisi, efisien, aplikatif, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Program pengabdian ini berfokus pada penguatan kapasitas petani dalam menerapkan teknologi pelapisan benih berbasis unsur besi atau seed coating-Fe yang dikombinasikan dengan penggunaan drum-seeder machine dan varietas unggul Gamagora7. Integrasi ketiga komponen tersebut diharapkan mampu mempercepat waktu tanam, meningkatkan keseragaman pertumbuhan awal tanaman, menekan kebutuhan tenaga kerja, serta membuka peluang peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali tanam per tahun.

Ketua Tim Pengabdian, Andrianto Ansari, S.T.P., M.Agr., Ph.D., menyampaikan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci utama dalam keberlanjutan program. Menurutnya, inovasi teknologi pertanian tidak cukup hanya diperkenalkan kepada petani, tetapi perlu dipahami, dipraktikkan, dan dikelola secara kolektif oleh kelompok tani agar dapat diadopsi secara berkelanjutan.

“Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan teknologi, tetapi juga membangun proses belajar bersama dengan petani. Melalui pendekatan community-based engagement, petani dilibatkan sejak tahap sosialisasi, praktik, hingga rencana tindak lanjut agar teknologi yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. Supriyanta, M.P. menyampaikan materi mengenai pengenalan varietas padi Gamagora dan potensinya untuk mendukung peningkatan produktivitas. Varietas Gamagora7 diperkenalkan sebagai salah satu varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi dan sesuai untuk dikembangkan dalam sistem budidaya padi intensif. Pemanfaatan varietas unggul ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi peningkatan produksi padi tanpa harus memperluas lahan tanam.

Sementara itu, Dr. nat. techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc. memaparkan teknologi seed coating sebagai inovasi untuk mendukung pertumbuhan awal dan efisiensi budidaya padi. Seed coating-Fe berperan dalam membantu meningkatkan vigor benih, memperbaiki keseragaman perkecambahan, serta mendukung pertumbuhan awal tanaman melalui penyediaan unsur mikro esensial. Teknologi ini menjadi penting terutama dalam sistem tanam benih langsung karena keberhasilan pertumbuhan awal tanaman sangat menentukan populasi tanaman, efisiensi input, dan hasil panen.

Selain sesi pemaparan materi, peserta juga mengikuti praktik pembuatan seed coating padi yang didukung oleh MyFarm Indonesia sebagai mitra seed coating. Demonstrasi ini mencakup pengenalan bahan, proses pencampuran, pelapisan benih, pengeringan awal, hingga penyimpanan benih hasil coating. Melalui praktik langsung, petani memperoleh pengalaman teknis mengenai tahapan aplikasi seed coating yang dapat diterapkan dalam kegiatan budidaya di lapangan.

Penggunaan drum-seeder machine juga diperkenalkan sebagai bagian dari sistem tanam benih langsung yang lebih presisi. Teknologi ini memungkinkan distribusi benih lebih seragam dan mengurangi ketergantungan pada sistem persemaian serta pindah tanam. Dengan demikian, waktu tanam dapat dipersingkat, interval antar-musim tanam dapat ditekan, dan peluang peningkatan indeks pertanaman menjadi lebih besar.

Program ini turut melibatkan PT. Hasil Pertanian Nusantara sebagai mitra demplot budidaya. Keterlibatan mitra ini diarahkan untuk memperkuat implementasi teknologi di tingkat lapangan, terutama dalam pengembangan demonstration plot sebagai wahana pembelajaran bersama petani. Melalui demplot budidaya, petani dapat mengamati secara langsung penerapan varietas unggul Gamagora7, benih berlapis seed coating-Fe, dan penggunaan drum-seeder dalam satu sistem budidaya padi terpadu.

Kolaborasi dengan PT. Hasil Pertanian Nusantara dan MyFarm Indonesia menjadi bagian penting dalam menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan praktis petani. PT. Hasil Pertanian Nusantara berperan dalam mendukung pengembangan demplot budidaya dan penguatan model penerapan teknologi di lahan petani, sedangkan MyFarm Indonesia berperan dalam mendukung aspek teknis seed coating, mulai dari pengenalan bahan hingga praktik pelapisan benih. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan adopsi teknologi setelah kegiatan sosialisasi dan pelatihan selesai dilaksanakan.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung peningkatan efisiensi penggunaan benih dan tenaga kerja. Pada sistem tanam konvensional, proses persemaian dan pindah tanam sering membutuhkan waktu serta biaya yang tinggi. Melalui integrasi seed coating-Fe, drum-seeder, dan varietas unggul Gamagora7, sistem budidaya padi diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan adaptif terhadap tantangan keterbatasan tenaga kerja pertanian.

Kegiatan pengabdian ini mendapat perhatian dari perangkat desa dan kelompok tani setempat karena dinilai relevan dengan kebutuhan peningkatan produktivitas lahan sawah di Desa Sekaran. Desa Sekaran memiliki potensi agroekosistem sawah yang mendukung intensifikasi pertanaman, namun masih memerlukan penguatan teknologi budidaya agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan ini, UGM mendorong terciptanya model pengembangan pertanian berbasis riset aplikatif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil, tetapi juga pada penguatan kelembagaan petani. Pendampingan lanjutan akan diarahkan pada penguatan praktik budidaya, pengelolaan alat secara kolektif, evaluasi penerapan teknologi di tingkat petani, serta pengembangan demplot sebagai pusat pembelajaran lapangan.

Program pengabdian ini diharapkan menjadi model percontohan penerapan teknologi budidaya padi terpadu yang dapat direplikasi di wilayah sentra produksi lainnya. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, petani, PT. Hasil Pertanian Nusantara, dan MyFarm Indonesia, penerapan seed coating-Fe dan drum-seeder machine berbasis varietas unggul Gamagora7 diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan indeks pertanaman nasional, penguatan ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Melalui kegiatan ini, Universitas Gadjah Mada mendorong terciptanya model pengembangan pertanian berbasis riset aplikatif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani dan kelembagaan masyarakat. Pendampingan lanjutan akan difokuskan pada evaluasi penerapan teknologi, penguatan pengelolaan alat secara kolektif, serta pengembangan demplot sebagai pusat pembelajaran lapangan yang dapat direplikasi di berbagai wilayah sentra produksi padi.

Kegiatan pengabdian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan berbasis inovasi teknologi pertanian; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui hilirisasi hasil riset dan penerapan teknologi budidaya padi yang adaptif; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan mitra industri dalam mempercepat adopsi inovasi di tingkat masyarakat.

Penulis: Tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto: Dokumentasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat UGM

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*