Mahasiswa magang mengikuti kegiatan forcing tanaman nanas F0 klon GP3 yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 3–4 Maret 2026 pukul 21.30–04.00 WIB di PT Great Giant Pineapple (GGP). Kegiatan ini diikuti oleh Bagus Candra Wicaksono, Kukuh Sugiharto, Lintang Saputra, Mardiyatul Fadila, Muhammad Filza Haryokusumo, dan Nia Audewi sebagai bagian dari pembelajaran praktik budidaya tanaman nanas dalam skala industri.
Forcing merupakan kegiatan penyemprotan cairan perangsang pada tanaman nanas umur F0 atau sekitar 12–13 bulan setelah tanam (BST) untuk merangsang pembungaan tanaman secara seragam. Kegiatan ini umumnya dilakukan selama dua malam berturut-turut pada malam hingga dini hari ketika suhu berada pada kisaran 24°C. Pelaksanaan pada malam hari dilakukan karena tanaman nanas termasuk tanaman CAM (Crassulacean Acid Metabolism) yang memiliki respons fisiologis lebih baik pada kondisi tersebut sehingga tingkat keberhasilan forcing menjadi lebih tinggi.
Kegiatan forcing bertujuan untuk menyeragamkan pertumbuhan bunga nanas sehingga perkembangan buah dan waktu panen dapat berlangsung lebih serempak sesuai jadwal produksi perusahaan. Keseragaman pertumbuhan bunga dan buah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas hasil panen serta efisiensi pengelolaan produksi di lapangan.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan persiapan hingga aplikasi larutan forcing. Proses diawali dengan penimbangan bahan yang terdiri atas kaolin, urea/ZA, borax, gas etilen, dan air sesuai dosis perlakuan yang telah ditentukan. Seluruh bahan kemudian dicampurkan menggunakan Tangki TDS Mixter selama kurang lebih 10 menit hingga larutan homogen.
Larutan yang telah tercampur kemudian dipindahkan ke dalam Tangki Supply Mitsubishi (TSM) sebelum disalurkan menuju Boom Sprayer Cameco (BSC) untuk proses aplikasi di lapangan. Sebelum penyemprotan dilakukan, suhu lingkungan terlebih dahulu dicek menggunakan thermometer gun untuk memastikan suhu berada pada titik optimal, yaitu 24°C.
Setelah suhu sesuai, dilakukan tes flash, yaitu uji coba penyemprotan forcing pada sejumlah tanaman contoh untuk memastikan kondisi lingkungan, kinerja alat semprot, dan kualitas larutan telah sesuai sebelum aplikasi dilakukan pada seluruh areal perlakuan. Penyemprotan kemudian dilakukan menggunakan Boom Sprayer Cameco dengan kecepatan sekitar 4 km/jam agar distribusi cairan merata pada seluruh tanaman nanas di areal perlakuan.
Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai teknik budidaya nanas modern yang diterapkan di industri perkebunan skala besar. Selain memahami aspek teknis aplikasi forcing, mahasiswa juga mempelajari pentingnya pengaturan waktu, suhu, dan ketepatan aplikasi dalam mendukung keberhasilan produksi tanaman nanas secara efisien dan terjadwal.
Kegiatan ini mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran berbasis praktik industri dan peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang budidaya tanaman. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui upaya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil hortikultura, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi dan manajemen produksi modern dalam budidaya tanaman nanas.
Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian