Belajar dari Lapangan, 71 Mahasiswa Dalami Teknik Pemangkasan Tanaman Tahunan di PIAT

PIAT UGM, 10–12 Maret 2026 — Kegiatan praktikum Rekayasa Pertumbuhan Tanaman yang dilaksanakan di PIAT berlangsung dengan fokus pada pengenalan tanaman tahunan serta teknik pemangkasan sebagai salah satu upaya pengelolaan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Praktikum ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran mahasiswa untuk memahami hubungan antara teknik budidaya dan respon fisiologis tanaman.

Pada kunjungan pertama, mahasiswa diperkenalkan pada komoditas tanaman tahunan seperti kopi dan kakao. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk menyiapkan bahan tanam yang akan digunakan pada semester berikutnya. Praktikum ini diikuti oleh 71 mahasiswa yang dibagi ke dalam tiga kelompok dan didampingi oleh lima asisten praktikum. Kegiatan didampingi oleh dosen praktikum, yaitu Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D., Dr. Elly Syafriani, S.P., dan Dody Kastono, S.P., M.P., serta didukung oleh laboran Aditya Ryan Harmali, S.P. Kegiatan dimulai pukul 13.30 dengan kedatangan peserta, dilanjutkan dengan penjelasan materi oleh dosen. Selanjutnya, mahasiswa melakukan praktik pemangkasan tanaman  dan kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Secara ilmiah, pemangkasan merupakan salah satu teknik budidaya yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman, menjaga kesehatan tanaman, serta mengoptimalkan penerimaan cahaya matahari. Dalam praktikum ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pemangkasan, tetapi juga mempelajari pengukuran parameter pertumbuhan seperti indeks luas daun, tinggi tanaman, diameter batang, serta estimasi biomassa menggunakan pendekatan model alometrik.

Pengamatan indeks luas daun dilakukan menggunakan pendekatan hukum Beer-Lambert untuk memahami distribusi cahaya dalam tajuk tanaman. Sementara itu, tinggi tanaman diukur dengan metode sederhana berbasis sudut elevasi dan perhitungan trigonometri, serta diameter batang dihitung melalui pengukuran keliling batang. Data tersebut kemudian digunakan untuk menduga biomassa tanaman sebagai indikator pertumbuhan.

Jenis pemangkasan yang dilakukan meliputi pengurangan cabang rimbun, pemotongan cabang sakit, pemeliharaan cabang produktif, serta pembersihan cabang tidak produktif seperti cabang liar dan tunas air. Setelah pemangkasan, mahasiswa akan melakukan pengamatan lanjutan untuk melihat respon pertumbuhan tanaman, termasuk jumlah cabang dan bunga baru yang terbentuk.

Kegiatan lanjutan direncanakan pada 12–15 Mei 2026, dengan fokus pada evaluasi hasil pemangkasan yang telah dilakukan serta pengamatan kondisi lingkungan melalui analisis mikroklimat. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai interaksi antara teknik budidaya dan faktor lingkungan terhadap pertumbuhan tanaman.

Kegiatan praktikum ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman pertanian, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik lapangan yang aplikatif. Selain itu, penerapan teknik budidaya yang efisien dan berkelanjutan juga mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dalam pengelolaan sumber daya pertanian secara optimal dan ramah lingkungan.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Faishal Zuhdi

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*