Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan Webinar Nasional Buper Talk #13 pada Rabu, 29 Oktober 2025 dengan tajuk “Perbenihan Tanaman: Kunci Sukses Usaha Tani Berkelanjutan”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan berbagai institusi akademik maupun praktisi pertanian nasional.
Webinar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dr. Indah Anita Sari, S.P., M.Si., Kepala Bagian Penelitian Puslitkoka, serta Prof. Dr. Rudi Hari Murti, S.P., M.P., Guru Besar Pemuliaan Tanaman Hortikultura, Departemen Budidaya Pertanian UGM. Acara ini dipandu oleh Dr. nat.techn. Rizky Pasthika Kirana, S.P., M.Sc. sebagai moderator.
Dr. Indah Anita Sari memaparkan tantangan utama pengembangan kopi dan kakao, seperti rendahnya produktivitas, penurunan kesuburan tanah, serta dampak perubahan iklim yang meningkatkan tekanan OPT. Ia menekankan pentingnya penggunaan benih legal, tersertifikasi, dan adaptif terhadap agroklimat untuk menjamin mutu tanaman. Pemanfaatan berbagai teknologi perbanyakan, mulai dari benih hibrida, setek, sambung pucuk hingga somatic embryogenesis menjadi kunci dalam penyediaan bahan tanam unggul bagi petani.
Selanjutnya, Prof. Rudi Hari Murti menyoroti peran krusial benih unggul hortikultura dalam memenuhi permintaan konsumsi buah dan sayur yang terus meningkat. Tantangan penyakit tanaman seperti Begomovirus pada cabai dan tomat menunjukkan pentingnya pemuliaan varietas tahan melalui metode konvensional maupun bioteknologi modern, termasuk induksi haploid, double haploid, dan pengembangan galur mandul jantan. Inovasi ini mempercepat perakitan varietas hibrida yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan kondisi lingkungan ekstrem.
Melalui diskusi yang komprehensif, webinar ini menegaskan bahwa keberhasilan usahatani berkelanjutan ditentukan oleh integrasi benih unggul, lingkungan yang sesuai, serta peningkatan kapasitas petani. Kegiatan Buper Talk #13 ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penguatan sistem perbenihan, peningkatan produktivitas pertanian, serta adaptasi terhadap tantangan lingkungan di sektor agrikultur.
Penulis: Mareta Aulia Putri
Editor: Yudha Pria Wibawa
Foto: Departemen Budidaya Pertanian