Tim dosen dari Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pendampingan Budidaya Tanaman Bunga Telang sebagai Bahan Minuman Fungsional Kaya Antioksidan untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat” pada 2 Oktober 2025. Kegiatan ini menyasar kelompok wanita tani (KWT) Sri Rejeki di Padukuhan Ngrunggo, Kelurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan untuk mengenalkan potensi bunga telang sebagai sumber kesehatan dan peluang ekonomi masyarakat..
Program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya tanaman bunga telang yang seringkali belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Padahal, bunga telang dikenal memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan berkhasiat untuk menjaga imunitas tubuh, meredakan peradangan, serta baik untuk kesehatan kulit.
“Bunga telang adalah tanaman yang adaptif di lahan kering seperti Gunungkidul dan perawatannya relatif mudah. Kami melihat potensi besar ini untuk dikembangkan, tidak hanya untuk konsumsi keluarga demi meningkatkan kesehatan, tetapi juga sebagai produk olahan yang memiliki nilai jual,” ungkap Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, selaku ketua tim pengabdian.
Dalam kegiatan pendampingan ini, para peserta yang mayoritas adalah ibu-ibu rumah tangga mendapatkan materi komprehensif yang mencakup teknik budidaya bunga telang, penanganan pasca panen, dan contoh pengolahan bunga telang.
Ibu Paryanti, selaku koordinator KWT Sri Rejeki, mengaku antusias dengan pelatihan ini. “Selama ini kami hanya tahu bunga telang sebagai tanaman hias di pagar. Ternyata bisa diolah menjadi teh yang bermanfaat dan produk lainnya. Ini bisa menjadi peluang usaha baru bagi kami untuk menambah penghasilan,” ujarnya.
Melalui program pengabdian ini, Departemen Budidaya Pertanian secara langsung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, utamanya pada SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dengan mempromosikan minuman fungsional alami untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang pendapatan tambahan.
Kontributor: Yudha Pria Wibawa
Foto: Departemen Budidaya Pertanian