Buper Talk #12 Bahas Proyeksi dan Tren Tanaman Hias di Indonesia

Yogyakarta, 23 April 2025 ─ Departemen Budidaya Pertanian menyelenggarakan Buper Talk #12 dengan mengusung tema “Proyeksi dan Tren Tanaman Hias: Skenario Sistem Produksi”. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang ke-79 dan dihadiri oleh 151 peserta dari berbagai kalangan, baik mahasiswa, akademisi, maupun praktisi di bidang pertanian. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., yang turut memberikan sambutan. Buper Talk #12 menghadirkan dua narasumber utama, yakni Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., Guru Besar bidang Ilmu Bioteknologi Tanaman Hias dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, serta Yusuf Muhammad Alfarih, S.P., seorang praktisi tanaman hias. 

Dalam sesi pemaparan materi, Prof. Aziz mengangkat topik “Tanaman Hias: Sebuah Fashion dalam Pertanian”. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bahwa tanaman hias memiliki karakteristik yang unik karena bersifat dinamis, mengikuti tren layaknya industri mode atau fashion. Dalam paparannya, Prof. Aziz mengulas definisi, klasifikasi, dan berbagai fungsi tanaman hias, yang tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki berbagai manfaat. Selain itu, ia menyoroti metode pemuliaan tanaman hias, mulai dari teknik konvensional hingga pendekatan modern atau bioteknologi yang berperan penting dalam menghasilkan varietas unggul. Di akhir sesi, Prof. Aziz menekankan perlunya pengembangan industri tanaman hias secara terpadu dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan.

Pemaparan kedua dalam Buper Talk #12 disampaikan oleh Yusuf Muhammad Alfarih, S.P., dengan presentasi berjudul “Krisan, Mes Que Un Flor”. Di awal presentasinya, Yusuf mengutip sebuah kalimat yang menarik perhatian peserta, “Kapal akan sulit untuk menentukan arah jika tanpa kemudi. Begitu juga dengan dekorasi, akan terasa hampa apabila tanpa bunga krisan di dalamnya”. Ia menjelaskan bahwa krisan merupakan salah satu bunga potong yang memiliki peran penting dalam dunia dekorasi. Yusuf melanjutkan dengan pembahasan mengenai jenis-jenis krisan berdasarkan penjualan, penggunaan greenhouse dalam budidaya, serta proses produksi bunga krisan potong dan pot. Lebih lanjut, Yusuf memaparkan mengenai timeline penjualan krisan yang terikat pada permintaan pasar. Dalam kesempatan tersebut, ia juga membagikan analisis usaha tani bunga krisan serta peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha tanaman hias.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan yang relevan terhadap materi yang disampaikan. Seluruh pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh narasumber, baik dari sudut pandang akademisi maupun praktisi, sehingga memperkaya pemahaman peserta akan tantangan dan peluang dalam sistem produksi tanaman hias, khususnya bunga krisan. Kegiatan Buper Talk #12 menjadi ajang yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi dalam pengembangan tanaman hias yang berkelanjutan. Selain memperkaya wawasan peserta, acara ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan nomor 4 (Pendidikan Berkualitas) dan nomor 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi pemicu lahirnya inovasi dan peluang usaha baru di sektor tanaman hias, serta memperkuat peran Fakultas Pertanian UGM dalam menjawab tantangan pertanian masa kini dan masa depan.

Penulis: Mareta Aulia Putri
Editor: Yudha Pria Wibawa
Foto: Departemen Budidaya Pertanian

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*