Yogyakarta – Mahasiswa semester 2 Program S1 Agronomi mengikuti kegiatan praktikum Acara 3 bertajuk “Adaptasi Tanaman terhadap Faktor Air” yang dilaksanakan pada 25 Februari 2026 di Sub laboratorium Ekologi Tanaman, Laboratorium Manajemen Produksi Tanaman. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian praktikum yang bertujuan untuk memperkenalkan berbagai bentuk adaptasi tanaman terhadap kondisi ketersediaan air di lingkungan. Praktikum ini didampingi oleh asisten praktikum, sementara materi pengantar disampaikan oleh dosen pengampu praktikum sebelum kegiatan pengamatan dilakukan. Melalui penjelasan awal tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai konsep dasar adaptasi tanaman terhadap faktor lingkungan, khususnya terkait ketersediaan air.
SDG 15: Ekosistem Daratan
Mahasiswa S1 Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim KKN-PPM Periode IV 2025 melaksanakan program bertajuk “Agronovasi: Kebun Percontohan Pertanian Inovatif” di Desa Sombano, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Program ini berlangsung mulai minggu kedua hingga minggu keenam pelaksanaan KKN, dengan lokasi kegiatan di halaman kantor Desa Sombano.
Kebun percontohan ini menjadi sarana praktik bagi masyarakat untuk mencoba berbagai teknik budidaya. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain introduksi tanaman baru seperti jahe, stroberi, stevia, temulawak, dan rumput gajah Gama Umami, serta perbandingan penggunaan pupuk NPK, pupuk organik cair, pupuk kandang, dan abu dapur dengan metode pengaplikasian yang berbeda.
Mahasiswa S1 Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Andhika Valerian Meyer, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Dorari Isa, Pulau Hiri, Kota Ternate, Maluku Utara pada 1–21 Juli 2025. Andhika membawa tiga program kerja utama, yaitu sosialisasi dan pembuatan pupuk organik cair (POC), analisis kualitas air irigasi kebun masyarakat Dorari Isa, dan analisis kesesuaian lahan pertanian di Pulau Hiri.
Program pembuatan POC dilatarbelakangi permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di Pulau Hiri yang hingga kini belum optimal. Pulau tersebut belum memiliki kendaraan pengangkut sampah, sehingga sebagian besar sampah masih dibakar atau dibuang langsung ke laut. Melalui inovasi POC, Andhika mengajak masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang berguna, baik untuk kebun skala besar maupun tanaman hortikultura di pekarangan rumah.
Bantul, 26 Juni 2025 — Dr. Erlina Ambarwati, S.P., M.P., dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang mengangkat tema pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman hortikultura sebagai sumber pengadaan bahan pangan sehat keluarga. Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan PKK Kenanga, Dusun Kayen, Sendangsari, Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini dihadiri oleh anggota PKK Kenanga, staf Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, serta anggota Komisi B DPRD DIY, Ibu Andriana Wulandari, S.E., M.IP. Acara secara resmi dibuka oleh Bahrudin, perwakilan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY.
Wednesday, 21 May 2025 — Teddy Prasetyo, a student from the Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada, achieved first place in the Student Debate Competition held as part of the 49th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex 2025).
The competition took place at Indonesia Convention Exhibition, BSD City Tangerang. This event is one of the most prestigious energy forums in Southeast Asia, serving as a platform for young generations to exchange ideas and find solutions to future energy challenges.
Rabu, 21 Mei 2025 – Teddy Prasetyo, mahasiswa Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM, berhasil meraih juara dalam Student Debate Competition yang digelar dalam rangkaian acara 49th Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex 2025). Kompetisi yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition, BSD City Tangerang, ini merupakan salah satu forum energi paling bergengsi di Asia Tenggara, dan menjadi ajang bagi generasi muda untuk bertukar ide serta mencari solusi atas tantangan energi masa depan.
Yogyakarta, 9 Mei 2025 — Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Buper Practice dengan mengangkat tema “Ladang Cuan dengan Bisnis Krisan: Budidaya Krisan dan Kreasi Hamper”. Kegiatan ini diikuti oleh peserta umum dan tenaga kependidikan (tendik) Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada yang tertarik untuk mengenal lebih jauh potensi bisnis dari budidaya tanaman hias, khususnya krisan. Sebagai narasumber utama, Yusuf M. Alfarih, S.P., pemilik usaha Kembang Djaya, yang membagikan pengetahuan serta pengalaman langsung dalam membudidayakan krisan dan mengolahnya menjadi produk bernilai jual.
Yogyakarta, 9 May 2025 — The Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada held a Buper Practice event under the theme “Profit Field with Chrysanthemum Business: Chrysanthemum Cultivation and “Hamper” Creations. The activity was participated by general members of the public and educational staff (tendik) from the Faculty of Agriculture UGM who were interested in exploring deeper the business potential of ornamental plant cultivation, especially chrysanthemums. The main speaker was Yusuf M. Alfarih, S.P., owner of the business Kembang Djaya, who shared knowledge and direct experience in cultivating chrysanthemums and processing them into value-added products.
Yogyakarta, 6 Agustus 2024 – Prof. Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc., Dosen Departemen Budidaya Pertanian, dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Bioteknologi Tanaman Hias di Balai Senat, Gedung Pusat UGM. Pada upacara pengukuhannya, Prof. Aziz menyampaikan pidato yang berjudul “Tanaman Hias: Fungsi dan Upaya Pemuliaan Menggunakan Bioteknologi”.
Dalam pidatonya, Prof. Aziz Purwantoro menyampaikan bahwa ia memilih tanaman hias sebagai jalur berkaryanya. Menurutnya, tanaman hias merupakan komoditas pertanian yang mempunyai nilai estetika tinggi dan dapat dinikmati keindahannya. Oleh karena itu, tanaman hias lebih berperan dalam pemenuhan kebutuhan jiwa manusia dalam kehidupan ini. “Sejalan dengan kemajuan teknologi, tanaman hias kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai elemen untuk mempercantik taman, kebun ataupun ruangan tetapi sekarang tanaman hias sudah berubah menjadi komoditas multi fungsi” tambahnya.