Kunjungan Lapangan dan Evaluasi Akhir Tutup Pelatihan Budidaya Cabai Rawit bagi Petani Binaan Bank Indonesia Kalimantan Barat

Rangkaian Pelatihan Budidaya Cabai Rawit Hemat Air dan Nutrisi dengan Sistem Irigasi Tetes bagi petani binaan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat memasuki hari terakhir pada Kamis (6/8/2026). Setelah mengikuti penyampaian materi pada hari pertama dan kunjungan lapangan pada hari kedua, peserta kembali mengikuti pembelajaran berbasis praktik melalui kunjungan ke kelompok tani di wilayah Magelang.

Peserta berangkat dari Yogyakarta menuju lokasi kelompok tani di Magelang pada pagi hari. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi serta kunjungan kebun yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung kondisi pertanaman dan berbagai praktik pengelolaan tanaman di tingkat petani.

Melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi, peserta dapat berdialog mengenai berbagai aspek budidaya yang dijumpai di lapangan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk membandingkan praktik budidaya pada lokasi yang berbeda serta mengidentifikasi teknologi maupun metode pengelolaan yang memungkinkan untuk diterapkan atau dikembangkan di daerah asal peserta.

Kunjungan lapangan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan pengalaman praktis. Peserta didorong untuk melihat budidaya cabai rawit sebagai suatu sistem yang saling berkaitan, mulai dari penggunaan air dan nutrisi, pemilihan pola tanam, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan praktik budidaya yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Menjelang berakhirnya rangkaian kegiatan, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi akhir untuk mengetahui perkembangan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan proses transfer pengetahuan yang telah dilaksanakan sejak hari pertama.

Kegiatan kemudian ditutup setelah seluruh rangkaian pembelajaran selesai. Melalui pelatihan selama tiga hari tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai budidaya cabai rawit, tetapi juga mampu mengadaptasikan teknologi yang diperoleh sesuai dengan kondisi lahan, sumber daya, dan kebutuhan usaha tani masing-masing. Penerapan teknologi budidaya hemat air dan nutrisi diharapkan dapat mendukung peningkatan efisiensi produksi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya pertanian.

Pelatihan ini mendukung pencapaian SDG 2: Tanpa Kelaparan melalui penguatan kemampuan petani dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan produksi pertanian. Peningkatan kapasitas peserta melalui pembelajaran, demonstrasi, dan evaluasi mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, sedangkan penerapan sistem irigasi yang lebih efisien mendukung SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak. Pendekatan budidaya hemat input dan ramah lingkungan juga sejalan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 15: Ekosistem Daratan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, petani, dan Bank Indonesia dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian turut memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*