Yogyakarta — Kegiatan sortasi benih dilaksanakan di Sub Laboratorium Teknologi Benih, Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada pada 23 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam rangkaian analisis mutu benih sebelum dilakukan pengujian lanjutan seperti daya kecambah, viabilitas, dan kualitas benih.

Sortasi benih dilakukan secara manual oleh analis dengan menggunakan pinset pada cawan petri. Benih dipisahkan berdasarkan kondisi fisik, seperti ukuran, warna, dan tingkat kerusakan. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hanya benih dengan kualitas baik yang digunakan dalam tahap pengujian berikutnya, sehingga hasil analisis menjadi lebih akurat dan representatif.
Dalam pelaksanaannya, benih ditempatkan pada beberapa cawan petri untuk memudahkan proses pengelompokan. Analis secara teliti memisahkan benih bernas dari benih hampa maupun kotoran yang tercampur. Kegiatan ini membutuhkan ketelitian tinggi serta konsistensi dalam pengamatan, mengingat perbedaan karakter fisik benih seringkali sangat kecil.
Kegiatan sortasi benih ini merupakan bagian dari layanan analisis benih yang dilakukan oleh laboratorium, yang mencakup berbagai parameter seperti kemurnian benih, daya kecambah, viabilitas, hingga kualitas benih secara keseluruhan. Dengan tahapan awal yang dilakukan secara cermat, diharapkan hasil pengujian selanjutnya dapat memberikan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, Laboratorium Pemuliaan Tanaman UGM terus berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas benih serta pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Keterkaitan dengan SDG 2 terlihat dari upaya peningkatan kualitas benih sebagai faktor utama dalam mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan. Sementara itu, keterkaitan dengan SDG 12 tercermin dari proses sortasi yang memastikan penggunaan sumber daya benih secara efisien dan tepat guna, sehingga mengurangi potensi pemborosan serta meningkatkan kualitas hasil produksi pertanian.
Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian