Departemen Budidaya Pertanian UGM dan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu Jalin Kerja Sama Produksi Biochar Ramah Lingkungan

Departemen Budidaya Pertanian Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu dalam pengembangan produksi biochar dari limbah organik berupa limbah tanaman pisang sebagai penyaring emisi flame trap mobil tangki dan pupuk ramah lingkungan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kolaboratif dalam pemanfaatan biomassa lokal untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Limbah tanaman pisang seperti batang, kulit, dan tandan kosong yang berasal dari kegiatan budidaya Kelompok Berkah Pisang di Dusun Santan, Guwosari, Pajangan, Bantul serta limbah taman dari TPS3R Guwosari selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar limbah hanya digunakan sebagai pakan ternak atau pupuk sederhana. Di sisi lain, aktivitas distribusi bahan bakar menggunakan mobil tangki juga menghasilkan emisi gas dan bau yang berpotensi mencemari lingkungan. Melalui kerja sama ini, limbah biomassa diolah menjadi produk bernilai guna yang dapat dimanfaatkan pada sektor pertanian maupun energi.

Produksi biochar dilakukan melalui proses pirolisis biomassa tanpa oksigen pada suhu 400–600°C. Sebelum diproses, limbah organik terlebih dahulu dikeringkan untuk menurunkan kadar air. Hasil biochar kemudian dihancurkan dan diayak sehingga menghasilkan material karbon berpori tinggi yang siap digunakan sebagai soil conditioner maupun media filter flame trap.

Biochar yang dihasilkan memiliki kemampuan menyerap air, nutrisi, serta senyawa gas tertentu. Pada sektor pertanian, biochar dimanfaatkan sebagai pupuk organik, media tanam, dan soil conditioner untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah serta retensi air. Sementara pada sektor transportasi energi, biochar digunakan sebagai media penyaring emisi pada flame trap mobil tangki guna membantu menyerap senyawa volatil, bau bahan bakar, dan polutan udara selama proses distribusi BBM. Selain itu, biochar juga berpotensi dimanfaatkan sebagai absorbent minyak pada kegiatan penimbunan dan penyaluran bahan bakar.

Kerja sama antara Departemen Budidaya Pertanian UGM dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Rewulu ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat melalui pengurangan limbah organik, peningkatan kualitas tanah pertanian, pengurangan pencemaran udara, serta penciptaan nilai ekonomi baru dari biomassa lokal. Inovasi ini juga mendukung penerapan konsep circular economy dan creating shared value (CSV) melalui sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

Ke depan, pengembangan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengkaji efektivitas pemanfaatan ulang biochar yang telah digunakan pada flame trap, termasuk potensinya untuk dimanfaatkan kembali sebagai pupuk pertanian maupun absorbent minyak secara aman dan berkelanjutan.

Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau melalui pengembangan teknologi penyaring emisi yang lebih ramah lingkungan, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui kolaborasi inovasi pemanfaatan biomassa lokal menjadi produk bernilai guna, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah organik, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya pengurangan pencemaran udara dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan, serta SDG 15: Menjaga Ekosistem Daratan melalui peningkatan kualitas tanah dan dukungan terhadap pertanian ramah lingkungan.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*