Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P. Paparkan Risiko Anomali Iklim terhadap Keberlanjutan Bisnis Perkebunan

Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., dosen Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), menjadi narasumber dalam Webinar Sadar Budaya Risiko (SADARI) Series #6 bertajuk “Risiko Anomali Iklim terhadap Keberlangsungan Bisnis Budidaya Perkebunan” yang diselenggarakan oleh LPP Agro Nusantara pada 26 Februari 2026 secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unit di lingkungan PTPN Group, meliputi PTPN Holding, SugarCo, PalmCo, PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), serta SupportingCo. Webinar diawali dengan keynote speech oleh M. Iswahyudi, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Perkebunan Nusantara III (Persero), yang menekankan pentingnya penguatan budaya sadar risiko dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal, termasuk perubahan dan anomali iklim.

Dalam pemaparannya, Dr. Eka Tarwaca Susila Putra menjelaskan bahwa anomali iklim merupakan penyimpangan kondisi iklim dari pola normal jangka panjang yang dapat memengaruhi berbagai unsur iklim seperti suhu, curah hujan, tekanan atmosfer, hingga arah angin. Fenomena tersebut dapat berdampak langsung terhadap sistem produksi tanaman dan produktivitas komoditas perkebunan. Beliau juga memaparkan bahwa perubahan pola iklim yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, seperti pergeseran musim kemarau dan musim hujan serta meningkatnya frekuensi fenomena El Niño dan La Niña, berpotensi memicu berbagai risiko pada sektor perkebunan. Dampak yang muncul antara lain kekeringan, banjir, gangguan fase pertumbuhan tanaman, hingga penurunan produktivitas dan kualitas hasil panen. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa sejumlah komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, kakao, dan karet memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap anomali iklim. Kekeringan akibat El Niño dapat menyebabkan stres air pada tanaman dan menurunkan produksi, sedangkan curah hujan tinggi saat La Niña dapat meningkatkan risiko penyakit tanaman serta menghambat proses panen dan distribusi hasil kebun. Untuk menghadapi kondisi tersebut, diperlukan penerapan manajemen risiko serta strategi adaptasi berbasis praktik pertanian cerdas iklim. Upaya yang dapat dilakukan antara lain pengelolaan air secara efisien, penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap cekaman lingkungan, penerapan tanaman penutup tanah, serta pemanfaatan data iklim sebagai sistem peringatan dini dalam pengelolaan perkebunan.

Partisipasi Dr. Eka Tarwaca Susila Putra dalam kegiatan ini menunjukkan kontribusi akademisi Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UGM dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan penerapannya pada sektor industri perkebunan. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Dr. Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P.

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*