Mahasiswa Laksanakan Praktikum Acara II “Prosesing Benih” di Sub Lab Teknologi Benih

Yogyakarta – Mahasiswa semester 4 Program S1 Agronomi melaksanakan kegiatan praktikum Acara II bertajuk “Prosesing Benih” pada 25 Februari 2026 di Sub Lab Teknologi Benih. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian praktikum yang bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tahapan prosesing benih pada berbagai tipe buah serta pengaruh karakteristik buah terhadap efisiensi pemisahan benih. Sebelum praktikum dimulai, mahasiswa memperoleh materi pengantar yang disampaikan oleh dosen pengampu praktikum mengenai konsep dasar prosesing benih. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa juga didampingi oleh asisten praktikum yang membantu mengarahkan tahapan kerja dan pengamatan di laboratorium. Dalam kegiatan ini dijelaskan bahwa prosesing benih merupakan tahapan penting dalam sistem perbenihan yang dilakukan setelah panen dan sebelum benih dikeringkan serta disimpan. Proses ini bertujuan untuk memisahkan benih dari bagian tanaman lainnya secara efektif dan efisien sehingga diperoleh benih yang bersih, utuh, serta memiliki rendemen tinggi tanpa mengalami kerusakan mekanis.

Mahasiswa mempelajari bahwa buah sebagai sumber benih dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe berdasarkan kondisi fisiknya saat panen, yaitu buah kering (dry fruit), buah berdaging (fleshy fruit), dan buah berdaging basah berlendir (wet fleshy fruit). Perbedaan karakteristik fisik buah, seperti kadar air dan keberadaan lendir di sekitar biji, menjadi faktor penting yang menentukan metode prosesing benih yang digunakan. Dalam praktikum ini digunakan beberapa contoh bahan untuk mewakili masing-masing tipe buah. Jagung (Zea mays L.) digunakan sebagai contoh buah kering, terung (Solanum melongena L.) sebagai contoh buah berdaging, dan mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai contoh buah berdaging basah berlendir. Melalui bahan tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai tahapan prosesing benih seperti pemisahan biji dari jaringan buah, pencucian, perendaman untuk menghilangkan lendir, serta pengeringan awal benih. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengamatan terhadap beberapa parameter, di antaranya bobot bahan awal, bobot benih bersih hasil prosesing, rendemen benih, waktu yang dibutuhkan selama prosesing, tingkat kebersihan benih, serta kemungkinan kerusakan benih selama proses berlangsung. Data tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui efisiensi prosesing benih pada masing-masing tipe buah.

Melalui kegiatan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami prinsip dasar prosesing benih serta melatih keterampilan dalam melakukan penanganan benih secara tepat dan sistematis. Pemahaman ini menjadi bekal penting dalam bidang perbenihan dan produksi benih tanaman. Kegiatan praktikum ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktikum, SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui penguatan pengetahuan dalam produksi benih untuk mendukung ketahanan pangan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengelolaan sumber daya pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Penulis : Nurul Ahati
Editor : Niken Nabilaputri Pranaasri, S.P., M.Agr.
Foto : Departemen Budidaya Pertanian

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*