Penjajakan Kerja Sama Tri Dharma Pembangunan Pertanian antara Indonesia – Angola melalui Universitas Gadjah Mada

Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM), khususnya Fakultas Pertanian, menerima kunjungan dari perwakilan Kedutaan Besar Angola di Jakarta. Kunjungan ini merupakan langkah awal penjajakan peluang kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) untuk mendukung pembangunan pertanian di Angola (10/11).

Penjajakan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas keinginan lama Pemerintah Angola untuk bekerja sama dengan Indonesia di bidang pertanian. Kerja sama ini diharapkan segera terwujud setelah penandatanganan kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Angola.

Delegasi Angola yang hadir terdiri dari staf kedutaan, didampingi oleh Ketua AngoNesia, perwakilan dari CV Bioteknologi Indonesia, serta tiga mahasiswa Angola yang saat ini sedang menempuh studi di Indonesia. Selama berada di UGM, tim membahas secara intensif berbagai rencana kerja sama. Agenda kunjungan meliputi diskusi mendalam, kunjungan ke laboratorium di Departemen Budidaya Pertanian, serta peninjauan lapangan ke beberapa lokasi pertanian di sekitar Yogyakarta.

Angola merupakan sebuah negara di pantai barat Afrika Selatan dengan luas wilayah hampir dua kali Pulau Kalimantan, memiliki potensi agrikultur yang sangat besar. Negara bekas jajahan Portugis ini diberkahi tanah subur dan iklim yang menguntungkan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Data menunjukkan baru sekitar 10% hingga 15% dari total lahan subur yang saat ini telah ditanami. 

Akibatnya, Angola masih mengimpor lebih dari separuh kebutuhan pangannya, meskipun tanaman utama seperti singkong, jagung, kacang-kacangan, pisang, dan ubi jalar dapat tumbuh subur. Untuk meningkatkan produksi pangan, pemerintah Angola telah mencanangkan program PLANAGRÃO untuk produksi biji-bijian dan PLANAPECUÁRIA untuk  pengembangan sektor peternakan.

Melalui penjajakan kerja sama ini berkaitan erat dan sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), utamanya pada SDG 2: Tanpa Kelaparan dengan mendukung program PLANAGRÃO dan PLANAPECUÁRIA, kolaborasi ini berupaya mengatasi masalah impor pangan yang tinggi dan bergerak menuju kedaulatan pangan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan yang melibatkan UGM sebagai lembaga akademik, pemerintah (Kedutaan Besar), dan sektor swasta (CV Bioteknologi Indonesia), serta SDG 4: Pendidikan Berkualitas yang mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kontributor: Prof. Dr. Ir. Taryono, M.Sc.
Editor: Yudha Pria Wibawa

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*